Posts

Showing posts with the label KIDS JAMAN NOW

NIKAH MUDA DALAM KACAMATA MASYARAKAT DESA & UNDANG-UNDANG PURBA PERKAWINAN

Satu persatu teman sebaya disekitar rumah saya melepas masa lajangnya, yang berstatus “belum kawin” dikolom KTP-nya mungkin bisa di itung jari, itupun mereka yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi atau bekerja merantau keluar daerah. Sisanya? Sudah menggendong bayi, bahkan ada yang anaknya sudah SD. Saya sedih, karena ditinggal nikah duluan? Kalau boleh jujur iya, tapi kesedihan saya tidak sesederhana itu. Satu persatu saya kehilangan teman main. Ketika saya melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah, banyak diantara teman saya yang memutuskan untuk menikah. Padahal usianya sangat dini, teman seangkatan saya yang pertama nikah itu ketika kelas 1 SMP. Boro-boro baper, saya liat lawan jenis aja masih hare-hare. Paradigma “perawan tua adalah sebuah aib” ternyata masih mengakar dilingkungan tempat saya tinggal. Dampaknya adalah orang tua menikahkan anaknya meskipun usianya yang sangat dini. Ini kalau dibuat sistem pendukung keputusan untuk nikah, parameter bagi masyaraka...

Sajak Rendra Dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Selain aksi nyata, sajak ternyata mampu meluluhkan hati manusia. Oleh sebab itu banyak manusia yang terpengaruh oleh kekuatan kata-kata. Seperti yang dilakukan oleh banyak penyair sejak dahulu. Salah satunya sajak W.S Rendra yang berjudul "Sajak Sebatang Lisong" berikut ini; Menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya, mendengar 130 juta rakyat, dan di langit dua tiga cukong mengangkang, berak di atas kepala mereka Matahari terbit. Fajar tiba.  Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Aku bertanya, tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet, dan papantulis-papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan. Delapan juta kanak-kanak menghadapi satu jalan panjang, tanpa pilihan, tanpa pepohonan, tanpa dangau persinggahan, tanpa ada bayangan ujungnya. ………………… Menghisap udara yang disemprot deodorant, aku melihat sarjana-sarjana menganggur berpeluh di jalan raya; aku melihat wanita ...