Posts

Peran Ibu Kantin untuk Perubahan Bangsa

Sudah tidak asing lagi jika kita melihat sebuah kampus kemudian menggantungkan secercah harapan didalamnya. Adalah mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan sebuah bangsa, dengan predikat   agent of change, social control, maupun iron stok- nya. Secara fitrah, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda (khususnya mahasiswa) memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya.   Namun, bagaimana jadinya jika harapan itu kita sematkan kepada ibu kantin? Ibu kantin? Iya, ibu kantin.  Seberapa berpengaruhkah peran ibu kantin untuk perubahan bangsa? Dibalik kostumnya yang belepotan oleh bahan masakan, sosok ini pantas disebut ‘Pahlawan’ oleh para pelajar. Dari jenjang SD sampai perguruan tinggi, beliaulah yang memerdekakan kita (re:pelajar) dari musuh yang bernama ‘kelaparan’. Melalui makanan yang dibuat dan disajikan, maka kita bisa me...

NIKAH MUDA DALAM KACAMATA MASYARAKAT DESA & UNDANG-UNDANG PURBA PERKAWINAN

Satu persatu teman sebaya disekitar rumah saya melepas masa lajangnya, yang berstatus “belum kawin” dikolom KTP-nya mungkin bisa di itung jari, itupun mereka yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi atau bekerja merantau keluar daerah. Sisanya? Sudah menggendong bayi, bahkan ada yang anaknya sudah SD. Saya sedih, karena ditinggal nikah duluan? Kalau boleh jujur iya, tapi kesedihan saya tidak sesederhana itu. Satu persatu saya kehilangan teman main. Ketika saya melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah, banyak diantara teman saya yang memutuskan untuk menikah. Padahal usianya sangat dini, teman seangkatan saya yang pertama nikah itu ketika kelas 1 SMP. Boro-boro baper, saya liat lawan jenis aja masih hare-hare. Paradigma “perawan tua adalah sebuah aib” ternyata masih mengakar dilingkungan tempat saya tinggal. Dampaknya adalah orang tua menikahkan anaknya meskipun usianya yang sangat dini. Ini kalau dibuat sistem pendukung keputusan untuk nikah, parameter bagi masyaraka...

Teknik itu Pelik, Jangan Baper Kalau Diusik! (Part 1)

Teknik itu Pelik, Jangan Baper Kalau Diusik! (Part 1) Sebuah catatan mahasiswa tingkat akhir –ditengah hiruk pikuk tugas perkuliahan. Tulisan ini sebenarnya pelarian saya dari pertanyaan “kapan seminar?”, disaat yang lain sudah mulai seminar kerja praktek, saya malah ngopi sembari tulas tulis macam ini =) Enjoy the ride , kalau kata temen saya mah wkwk. Bukan berarti mau lari dari tanggung jawab sih, tapi adakalanya kita keluar dari titik fokus untuk mencari pencerahan agar ketika kembali ke titik itu, kita dapat sesuatu yang baru #ngeles. Akhirnya saya merasakan fase ini juga, dan ternyata.. GA ENAK! Rasanya panas matahari juga gak sepanas kalimat “Besok aku seminar, kamu kapan?”. Hmm. Kalian yang nanya ‘kapan seminar?’ kalau tiba-tiba saya seminar diluar kota gimana? #thuglife (siapa tau kan ya? Kata Soekarno juga, bermimpilah setinggi langit, jika jatuh, kau akan terjatuh diantara bintang-bintang) Serba salah jadinya, mau senang, belum tenang, karena tugas se...