Posts

Maraknya Media Digital, Bagaimana Nasib Loper Koran?

Image
Perkembangan industri teknologi informasi yang merambah ke dunia digital memang sangat cepat dan susah untuk dibendung. Kemampuan internet yang memberikan informasi lebih cepat dan lebih luas dalam penyebarannya membuat media ini lebih disukai dibandingkan dengan media konvensional seperti media cetak, koran. Dilansir dari Koran SINDO, Perkembangan digital journalism mengakibatkan pola konsumsi untuk mendapatkan informasi menjadi berubah dan lebih cepat. Jika koran tidak merespons maka yang akan membunuh adalah koran itu sendiri. Sehingga koran sebagai media massa tertua harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. “Yang diubah adalah pola pikirnya yang harus diubah,” tandas Djaka Susila. Berita yang disusun harus dibuat lebih analisis dan dekat dengan masyarakat. Sekarang, jumlah peredaran koran dalam satu dekade terakhir ini dilaporkan menurun, internetlah yang menurunkan jumlah peredaran koran. Lantas, bagaimanakah nasib para loper koran? Loper k...

Sepucuk Surat untuk Lelaki yang Telah Mendahuluiku

Sepucuk Surat untuk Lelaki yang Telah Mendahuluiku Hai, masih ingatkah engkau kepadaku? Gadis kecil yang kini sudah dewasa. Iya, anak perempuan yang kau tinggalkan dulu saat sedang lucu-lucunya. Aku lupa entah kapan waktu itu, tapi aku tahu semua dari ibu. Sejak kau pergi, jelas tubuhku bagaikan kehilangan organ-organ pentingnya. Paru-paru ku yang ada dua ini, bagaikan kehilangan salah satunya yang menyebabkan aku kesulitan untuk bernafas. Ini berlebihan untuk sebagian orang, tapi tidak untuk aku. Aku yakin, sebenarnya kau tidak mau meninggalkanku. Namun karena panggilanNya, kau harus kesana. Karena Dia yang menciptakanmu, Dia pula berhak mengambilmu dariku. Jujur, sebenarnya aku tidak pernah siap saat panggilan itu datang menghampirimu. Pernah ku berpikir dan meminta kepadaNya, untuk mengembalikanmu kepadaku. Tapi ternyata cinta kasih Tuhan padamu lebih besar dibanding rasa cintaku. Ah.. bisa apa aku? Kau tahu? Sejak kepergianmu dulu yang meninggalkan ibu, jelas m...

Sajak Rendra Dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Selain aksi nyata, sajak ternyata mampu meluluhkan hati manusia. Oleh sebab itu banyak manusia yang terpengaruh oleh kekuatan kata-kata. Seperti yang dilakukan oleh banyak penyair sejak dahulu. Salah satunya sajak W.S Rendra yang berjudul "Sajak Sebatang Lisong" berikut ini; Menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya, mendengar 130 juta rakyat, dan di langit dua tiga cukong mengangkang, berak di atas kepala mereka Matahari terbit. Fajar tiba.  Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Aku bertanya, tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet, dan papantulis-papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan. Delapan juta kanak-kanak menghadapi satu jalan panjang, tanpa pilihan, tanpa pepohonan, tanpa dangau persinggahan, tanpa ada bayangan ujungnya. ………………… Menghisap udara yang disemprot deodorant, aku melihat sarjana-sarjana menganggur berpeluh di jalan raya; aku melihat wanita ...

Review Film Jakarta Undercover

Image
REVIEW FILM JAKARTA UNDERCOVER “Ini film tentang jurnalis.”  Oke cus! Gak usah pikir panjang. Nonton! FYI padahal aku lebih suka baca daripada nonton, soalnya apa ya, kalo nonton itu imajinasi kita terbatas karena ekspektasi kita terwakili oleh tokoh lain. Kalau baca kan, kita bisa menjadikan diri kita sebagai tokoh utamanya. Tapi ya sudahlah tonton saja. Dan first Imppression aku ketika pertama liat trailernya… Kelas! Pemainnya papan atas semua, eh gak semua deng, tapi overall emang wajah-wajah lama yang aktingnya gak diragukan lagi. Pasti keren banget ini film. Pikirku. Sebelumnya kok aku ngerasa kaya gak asing lagi ya sama judul film ini, kaya pernah tau tapi dimana ya, dan aku cari-cari referensi ternyata ini memang ada novelnya. Oh Moammar Emka toh penulisnya, hehe aku baru ngeuh. Ya beliau adalah salah satu jurnalis Indonesia. *** Masuk ke cerita ,  dibuka dengan seorang Pras (Oka Antara) se...