Posts

Putus Baik-Baik Itu Ada

Image
  “Kalo baik-baik aja, kenapa putus?” ujar seorang kawan yang tahu kisah kami begitu lama *** “Baik-baik” disini hanya etika mengakhirinya saja, setidaknya ada “Bahasa” yang terlintas setelah perpisahan. Selebihnya, gak ada yang baik-baik. Kami sudah melewati badai yang amat besar dan dapat kesimpulan untuk selesai. Sekitar 2 tahun lalu, ada lelaki yang pamit dari kehidupanku. Dalam arti, dia melangkahkan kaki untuk menikahi perempuan pilihannya, sedangkan aku hanya sepenggal kisah masa lalunya. Mungkin karena itu dia pergi dengan pesan, sebab kami pernah saling memberi kesan. Jadi aku bilang “baik-baik” karena dia pamit dengan sopan.   Iya, aku ditinggal nikah. Sedih? Manusiawi, saat itu mentalku terguncang parah. Ya ditinggal wisuda, ditinggal nikah pula. Hahaha. Awal ketika kami tak lagi bersama, rasanya hambar, aku kehilangan arah, entah dibawa kemana hatiku selanjutnya, yang pasti kondisinya saat itu sangat berantakan. Tak munafik, aku perempuan berperasaan. ...

Suka Duka Kuliah S2

Image
  Halo semua! Udah lama rasanya gak menyapa, dalam arti, gak nulis di blog sendiri. Hampir ada gelandangan tiduran disini saking lamanya gak ditempati tulisan baru :D Bukan sok sibuk, tapi beneran, akhir-akhir ini ide atau pemikiranku habis diperas dan dituangkan di wadah lain. Yeay, finally aku bisa nulis di media massa nasional, mimpi aku dari tahun kapan itu, akhirnya terwujud jadi kenyataan juga, jadi maaf nih kalo blog ini jarang disentuh. Dan ada kabar baik lainnya juga, Tesisku udah seminarkan, yang artinya itu setahap lagi meraih gelar magister. Alhamdulillah.. Sekalian deh, aku mau cerita suka dukanya menempuh kuliah S2. Oke, check this out! 1. Kuliahnya Singkat, Tapi Tugasnya Berat Tugas sebagai indikator sejauh mana mahasiswa memahami pelajaran yang telah disampaikan, tapi atulaaah ini mah tugas teross . Hiks…Hiks… (T_T) aku merasakan atmosfer ‘nugas’ dengan serius tiap minggunya. Karena aku ngambil kelas karyawan biar bisa sambil kerja. Dari seminggu itu k...

Pulang dan Rindu

Image
  Sabtu malam kala itu. Secangkir hot chocolate sudah kuteguk setengahnya. Aku masih menatap layar laptop, memikirkan apa yang hendak kutuliskan. Tak lama ponselku berdering, sebuah panggilan masuk. Entah sejak kapan nama itu tak muncul, kini dia hadir kembali. Kuangkat, namun aku terdiam cukup lama, dia cuma bilang “ Halo..”. di sebrang sana, “Assalamualaikum..” katanya kemudian, aku masih diam, tapi disadarkan dengan sebuah panggilan “Purnama?” , kata itu menjadi panggilan khusus darinya untukku, pecah lamunanku. “Ya?” aku memberanikan diri bersuara “Walaikum salam”. “Tumben nelpon, ada apa?” tanyaku. Dia bilang “Gapapa, pengen denger suara kamu..” Masih dengan orang yang sama dan sifat yang sama, bilang kangen aja apa susahnyaaa!? Ini antara dia yang gengsian atau aku GR, ya? Namun kalian tau kan, jangan ragukan ketajaman intuisi perempuan, bukan sekali dua kali dugaanku selalu tepat sasaran. Aku tau dia menelepon pasti ada maksud dan tujuan, gak mungkin dong gak di...